Level Kamera DSLR (CANON & NIKON) Berdasarkan Tingkat Penggunaannya

,

Level Kamera DSLR (CANON & NIKON) Berdasarkan Tingkat Penggunaannya.

Level Kamera DSLR (CANON & NIKON) Berdasarkan Tingkat Penggunaannya. Hub : 085320202062. Toko  online yaitu terpercaya di kota Medan. Toko kami juga memiliki banyak barang seperti Printer, lalu Handphone, serta Laptop, dan juga accessorisnya. Untuk anda yang ingin membeli cukup datang saja ke toko-toko terdekat seperti Supermat Bima.com. Dan kami juga akan menjelaskan sedetail mungkin.

Saat ini kamera DSLR ini juga sudah sangat ramai diperjualbelikan di indonesia, hal ini juga sudah terbukti setiap saya pergi travel hunting foto untuk koleksi pribadi maupun nasional geograp saya juga telah melihat anak-anak SMA bahkan SMP juga sudah banyak yang “nenteng kesana-kemari” kamera DSLR dan juga harga kamera yang mereka bawa juga tidaklah murah.

Nah… Dan kali ini saya akan membahas secara lengkap tentang PERBEDAAN / LEVEL / KELAS 2 MEREK TERNAMA KAMERA DSLR yaitu “NIKON DAN CANON”.

Peralatan photography juga yang sangat bermacam-macam juga memiliki tingkatan untuk para penggunanya masing-masing. Ada juga yang telah dirancang untuk pemula (beginner), serius (advanced/semi pro) ataupun juga kelas profesional (master) sekalipun. Salah satu peralatan fotografi yang memiliki tingkatan dengan berdasarkan penggunanya adalah body kamera (lihat foto di bawah).

Body sebuah kamera DSLR ini memiliki kelas kamera masing-masing untuk segmen pasar yang ditujunya. Kelas ini juga ditujukan untuk berbagai macam kelas penggunanya. Melalui catatan kali ini saya akan coba memaparkan berbagai macam jenis kamera DSLR berdasarkan tingkat para penggunanya. Tidak hanya itu saya juga akan memaparkan sebuah perbedaan antara kamera DSLR pemula dan juga profesional DSLR dari merk CANON & NIKON

Dalam catatan kali ini saya akan membagi segmen pengguna fotografi berdasarkan 3 segmen, yaitu dalam kelas Pemula (beginner), kelas Serius (advance) dan juga kelas Profesional. Dari 3 segmen saya buat saya membagi masing-masing segmennya ke dalam 2 kelas juga. Saya membagi tiap kelas & juga segmennya berdasarkan teknologi yang ada pada tiap kamera. Misalnya yaitu seberapa besar sensor kameranya (fullframe atau juga APS-C), seberapa cepat mode burst fotonya tersebut, dan bagaimana kerumitan penggunaannya dan masih banyak lagi.

1. Kelas Pemula Entry Level Yaitu :

  • 1100Dnya Rebel T3 Kiss X50 –> (1000D Rebel XS Kiss F)
  • 100Dnya Rebel SL1 Kiss X7

1100D Yaitu :

Di kelas pemula Canon tidak terlalu berkembang juga, ini sudah terbukti dari kamera di segmen pemula versi 1000d diperkenalkan tahun 2008 sedangkan 3 tahun kemudian Canon baru juga mengupgradenya dengan 1100d. Jika dibandingkan dengan Nikon, versi DSLR bagi pemula Canon memiliki build quality yang lebih buruk. Terasa licin ketika saat digenggam. Sama seperti Nikonnya, 1100d juga memiliki sebuah warna body selain hitam. Ada juga silver, coklat dan juga merah. Tapi menariknya Canon ini juga mengeluarkan sebuah versi 100d. Hal itudibuat bukan untuk menggantikan sebuah pangsa pasar 1100d namun juga malah membuat pansa pasar baru mengingat versi 100d adalah DSLR terkecil dan juga teringan di dunia. Dan 30% lebih kecil dari 650d. Yang juga menarik dari Canon adalah semua DSLR ini juga sudah memiliki motor focus di bodynya termasuk seri pemula.

2. Kelas Pemula Mid Rangenya :

700D Rebel T5i Kiss X7 Yaitu :

–> Yaitu (650D Rebel T4i Kiss X6i –> Lalu 600D Rebel T3i Kiss X5 –> juga 550D Rebel T2i Kiss X4 –> Serta 500D Rebel T1i Kiss X3 –> lalu 450D Rebel XSi Kiss X2 –> lalu 400D Digital Rebel XTi Kiss Digital X –> lalu 350D Digital Rebel XT Kiss Digital N –> 300D atau juga (Digital Rebel Kiss Digital).

700D or T5i-With100-400Zoom Yaitu :

Seperti yang juga sudah kita bahas kalau Canon sangat lemah di segmen entry level, jauh berbeda dengan sebuah segmen Mid Range-nya. Memang juga benar Canon benar-benar terfokus pada segmen pasar yang satu ini. Dan kenapa? karena juga di jajaran disegmen ini sejak tahun 2003 sampai sekarang memiliki 7x upgrade teknologi. Mulai dari Canon EOS 300D ini di tahun 2003 sampai 700D yang baru diumumkan tahun ini. Di jajaran segmen ini juga Canon memiliki sebuah layar yang bisa dilipat yaitu 600D, 650D hingga 700D. Bahkan Canon juga membuat sebuah gebrakan fitur layar sentuh di body 650D & juga 700D. Layar sentuhnya bisa digunakan untuk menentukan daerah fokus saat mengambil foto ataupun video sekalipun di mode live view.

3. Kelas Semi Advancednya :

Yaitu 70D –> (60D[a] –> 50D –> 40D –> 30D –> 20D[a] –> D60 –> D30).

Canon EOS 70D Yaitu : Jajaran di segmen ini juga telah dimaksudkan untuk melawan Nikon seri D7xxx. Versi terbaru Canon di segmen ini yaitu ialah EOS 70D setelah sebelumnya EOS 60D. Fitur yang juga akan ditawarkan di versi ini adalah sebuah tingkat kreativitas penghobi fotografer yangsudah mengerti dasar-dasar fotografi & juga ingin ke tingkat yang lebih serius.

Di kelas Semi Advanced bini juga erbeda dengan Nikon, Canon ini juga memiliki fitur layar yang bisa dilipat pada seri 60D dan 70D. Tak hanya itu saja, bahkan ada hal yang unik dimana Canon juga meluncurkan sebesar 60Da. “a” disini juga sebagai inisial astrography, memang versi ini ditunjukan untuk sebuah bidag astrography. Di body kelas semi Advanced Canon ini kita juga akan menemui 2LCD & juga tombol putar khas Canon, lalu Quick Dial Button.

4. Kelas Advanced : EOS 6D–> (7D) Yaitu :

Canon EOS 6D Juga sama seperti Nikon yang juga semula mengisi kelas ini dengan APS-C ke fullframe, Canon pun demikian. Semula kelas ini diisi dengan Canos EOS 7D yang juga bersensor APS-C lalu digantikan dengan EOS 6D dengan sebuah sensor fullframe. Tapi yang membuat susah adalah Canon EOS 6D tidak memiliki sebuah built in flash jika kita lupa membawa Flash Gunnya, sehingga juga kita harus menggunakan flash eksternal / flash gun.

5. Kelas Semi-Profesional : 5D Mark III –> (5D Mark II –> 5D) Yaitu :

Canon 5D Mark III Adalah : Dari segi fitur & juga kenyamanan yang diberikan juga dibuat lebih sempurna. Pada segmen kali ini juga Canon mengandalkan varian 5D-nya, saat tulisan ini juga dibuat yang terbaru adalah 5D Mark III sebagai saingan dari Nikon D800(E). Perlu diingat sebuah resolusi DSLR terbesar dari Canon adalah 22.3MP yang terdapat pada tipe ini, yaitu 5D Mark III. Canon ini juga membuat sejarah dengan memberikan 61 titik fokus dalam body 5D Mark III. Seperti yang telah kita tahu sayangnya Canon biasanya mengesampingkan fitur ini, terbukti juga dengan rata-rata DSLR Canon memiliki sebuah titik fokus yang jauh lebih sedikit dibanding pesaingnya, yaitu Nikon. Dari segi pengalaman saya hasil jepretan tipe ini juga setara dengan saingannya Nikon D800(E) yang juga disayangkan adalah D800(E) memiliki sebuah resolusi 36MP & memiliki built in flash sedangkan 5D Mark III tidak ada dan juga kembali lagi kepada pengalaman saya menggunakan kamera ini, saya juga mempunyai kesimpulan jika 5D Mark III ini lebih enak tidak ada flash internal, nah kenapa??? Ini juga bisa dilihat dari fitur yang disediakan belum lagi pada pemakaian “serius/propesional” hampir juga tidak pernah menggunakan built-in flash, melainkan ekternal flashnya. Lagipula juga, menyebut kata kualitas dan juga hasil foto tidak semata-mata dari lensa kit-18-55mm. Apalagi preferensi ini hasil seperti skin-tone sangat relatif.

6. Kelas Profesional Yaitu :

Full framenya : 1DX –> ( 1DS Mark III –> 1DS Mark II –> 1DS )

APS-Hnya : 1D Mark IV –> ( 1D Mark III –> 1D Mark II N –> 1D Mark II –> 1D )

Canon EOS 1DX Yaitu : Ada yang menarik dari sebuah kelas DSLR kelas Profesional Canon, yaitu tersedianya 2 versi pada sensor. Selain sensor fullframenya, Canon juga sempat membuat DSLR profesional dengan sebuah sensor APS-H. Lalu apa bedanya ya? Sensor fullframe ini sama besarnya dengan negatif film pra era digital fotografi, APS-C memiliki sebuah crop sensor 1.5x untuk Nikon & juga 1.6x untuk Canon. Sedangkan APS-H ini sendiri memiliki crop sensor 1.29x. Hebatnya lagi Canon juga memperkenalkan yaitu 1DC. Versi 1DX ini yang dispesialkan untuk membuat film. disini juga untuk cinematografi.

Yang perlu diingat adalah :

  • Kamera DSLR Canon memiliki 3 jenis ukuran sebuah sensor format. Yaitu (APS-C, lalu APS-H & full frame)
  • Jika pada Nikon ini ada lensa DX & lensa FX, maka di Canon juga ada lensa EF (full frame) dan EF-S (APS-C). Lensa EF & EF-S bisa digunakan di kamera Canon bersensor APS-C. Sedangkan pada kamera fullframe & APS-H hanya bisa lensa berteknologi EF.
  • Semua body Canon EOS DSLR ini memiliki built in motor focus. Sangat menguntungkan bukan, kalau di Nikon ini seri pemula tidak memiliki teknologi ini jadi PARA PEMULA BISA LEBIH UNTUNG MENGGUNAKAN CANON (kembali lagi kepada diri anda juga masing-masing lebih suka produk yang mana).
  • Hampir pada semua titik fokus Canon jauh lebih sedikit dibanding Nikon (dengan sebuah catatan masih menggunakan lensa standar). Namun Canon 5D Mark III & juga 1DX memiliki 61 titik fokus dan merupakan yang terbanyak, bahkan juga mengalahkan Nikon D800(E).
  • Canon 650Dnya, 700D & juga 70D memiliki fitur layar sentuh, WiFinya, GPRSnya.
  • Lensa Canon biasanya lebih murah dibanding Nikon. Canon juga memiliki varian yang lebih banyak dibanding Dan Nikon. (Contohnya : Nikon membuat lensa 70-200 f/2.8 VR. Sedangkan Canon memiliki 4 versi dalam berbagai harga. Canon EF 70-200 f/2.8 IS. Canon EF 70-200 f/2.8 non IS Rp.17.386.151.  70-200 f4 juga demikiannya, versi IS)
  • Lensa kit 18-55 Canon dari segi kualitas & juga hasil masih kalah dengan lensa kit Nikon (jika tidak di edit).
  • Lensa Canon versi L atau juga Luxury (dengan gelang merah) semuanya juga merupakan lensa EF
  • Lensa laras panjang Canon ini berwarna putih
  • Body Canon EOS seri profesional (1D & juga 5D) & 6D tidak memiliki built-in flash
  • Versi 650Dnya, 700D & juga 70D memiliki layar yang bisa diputar.

Pengerian Nikon :

 Nikon adalah sebuah merk paling konservatif dalam soal teknologi kamera, namun pada ciri khasnya ini yang saya suka. Ini juga sudah terbukti dengan lensa-lensa tua di zaman negatif film yang masih bisa digunakan di kamera modern, bandingkan juga dengan pesaing beratnya, Canonnya, yang juga menggunakan lensa jenis baru di saat era fotografi digital pertama kali muncul. Berkebalikan dengan kamera Canon, penamaan sistem kamera Nikon ini menggunakan huruf “D” yang berarti “digital” dibagian depan sebelum angka. Kamera DSLR Nikon juga dapat dibedakan dengan saat melihat tanda merah dibagian handgrip-nya.

Berikut ini adalah perbandingan seluruh kamera DSLR Nikon supaya teman-teman bisa membandingkan bentuknya sendiri.

1. Kelas Pemula Entry Level : D3200 –> (D3100 –> D3000 –> D40) Yaitu :

Nikon D3200 Yaitu : Kamera Entry level Nikon bentuknya juga ringkas , menguatamakan sebuah kemudahan pengoperasian & juga user interface pada LCDnya mudah dimengerti. Dibandingkan Nikon atau juga Sony, kamera entry level dari Nikon yang lebih “sedikit kasar” & juga lumayan nyaman untuk digenggam, tidak licin atau juga halus seperti Canon .Sayangnya juga untuk kamera Entry Level & Midrange Nikon tidak memiliki motor focus pada body-nya berbeda dengan Canon, sehingga akan hanya cocok untuk lensa dengan built-in motor, yaitu lensa seri AF-Snya. Kamera di segmen pemula biasanya juga memiliki sebuah varian warna selain hitam. Misalnya kamera DSLR dengan warna yang merah, silver ataupun juga coklat, sangat cocok juga untuk teman-teman yang ingin menarik perhatian dengan kameranya.

2. Kelas Pemula Midrange : D5200 –> (D5100–> D5000–>D60–> D40x –> D50 Yaitu :

Nikon D5200 Yaitu : Kelas ini juga dibuat untuk pemula namun lebih serius. Biasanya memiliki LCD yang dapat dilipat / Fliped out LCD (kecuali D60, D40x & juga D50 karena merupakan jenis lama). Sayangnya Nikon ini hanya mengeluarkan kamera DSLR dengan LCD lipat hanya di varian d5xxx ini. Kamera d5xxx tidak memiliki sebuah built in motor focus di body nya sehingga hanya cocok untuk lensa AF-S.

3. Kelas Semi Advanced : D7100 –> (D7000–>D90–>D80–>D70s–>D70) Yaitu :

Nikon D7100 Yiatu : Ciri kamera di segmen ini juga ialah fitur perekaman video yang lebih mutakhir, sudah memiliki sebuah built in motor sehingga bisa menggunakan lensa AF-D, kecepatan dalam mengambil sebuah foto, bentuk body yang juga juglebih besar serta adanya 2 LCD. Kamera DSLR kelas pemula hanya memiliki sebuah LCD dan  kelas Advanced dan juga profesional 2 LCD. Satu berwarna dan juga satu lagi monokrom.

4. Kelas Advanced : D600 –> (D300s–>D300–>D200–>D100) Yaitu :

Nikon D600 Yaitu : Kelas Advanced ini juga dibuat untuk orang-orang yang sudah mengerti pengaturan dasar tentang fotografi & juga membutuhkan fitur-fitur yang lebih canggih. Semula juga segmen ini diisi Nikon dengan kamera DX (D300/D300S), namun juga sekarang berubah dengan hadirnya seri D600 yang sudah fullframe & juga merupakan alternatif untuk kamera fullframe dengan harga miring. Untuk fotografer olahraga profesionalnya tak sedikit yang menggunakan Nikon D300 dibanding kamera fullframe. Mengapa begitu? Karena focal length ini yang didapat lebih panjang dibanding kamera fullframe. Selain itu juga D300 memiliki burst foto tercepat dibanding kamera DSLR APS-C Nikon lainnya.

5. Kelas Semi Profesional : D800/D800E –> (D700) Yaitu :

Nikon D800E Yaitu : Di segmen ini juga Nikon membuat kamera DSLR dengan kualitas gambar terbaik di kelasnya (sampai tulisan ini terposting). Nikon ini membuat gebrakan baru dengan menggunakan sensor fullframe berkekuatan 36MP. Terbesar juga untuk ukuran DSLR.

6. Kelas Profesional : D4 –> (D3, D3x, D3s) (D1, D1x, D2x, D2xs) (D1h, D2h, D2hs) Yaitu :

Nikon D3 X Yaitu : Kamera di segmen ini yaitu adalah seri premium. Fotografer olahraga & juga yang mahir dengan strobist pasti memilih sebuah kamera dari kelas ini. Namun juga Nikon baru menghadirkan kamera profesional fullframe di seri Nikon D3 tahun 2007. Teringgal jauh dengan Canon yang juga sejak 2002 sudah mengeluarkan versi fullframenya.

Yang perlu diingat adalah :

  • DSLR Nikon DX bersensor APS-C sedangkan pada FX bersensor fullframe.
  • Lensa Nikon pun juga demikian, ada versi DX & juga FX. Namun dengan sebuah body DX, semua jenis lensa ini tetap cocok digunakan. Sedangkan juga untuk body FX hanya bisa menggunakan lensa FX juga. Jika dipaksakan juga akan muncul vignet.
  • Semua Digital SLR Nikon memiliki sebuah mounting jenis “F” , lensa pada Nikon di jaman negatif film masih bisa digunakan
  • Kamera DSLR Nikon ini di segmen Pemula (seri d3xxx & d5xxx) tidak memiliki motor focus dalam body-nya, sehingga akan hanya cocok untuk lensa AF-S
  • Ada 2 jenis motor lensa yang juga dikenal di mounting Nikon. Yaitu AF-S & AF-D
  • Kamera DSLR Nikon ini di segmen Pemula (seri d3xxx & d5xxx) hanya memiliki 1 buah LCD, segmen lainnya juga terdapat LCD monokrom tambahan di body bagian atas
  • Untuk masalah jumlah pada titik fokus pada kamera, baik DSLR pemula juga sampai profesional, Nikon ini selalu menyediakan titi fokus yang lebih banyak dari Canon
  • Kamera Nikon ini selain seri pemula (D7100, lalu D600, D800 & juga D4) memiliki sebuah built in focus motor sehingga lensa jenis non-AF-S tetap bisa digunakan dengan fitur auto fokus yang tetap bisa dijalankan
  • Body Nikon dari seri D4, D800 & juga D600 terbuat dari magnesium alloy, bukan sebuah plastik
  • Hanya seri D5xxx ini yang memiliki layar yang bisa dilipat
  • Semua DSLR Nikon ini memiliki built-in flash kecuali Nikon seri Profesional (D4)
  • Varian D800 memiliki 2 versi yaitu D800 & juga D800Ea
  • Saat ini DSLR Nikon ini dengan resolusi terbesar adalah D800 & juga D800E dengan resolusi 36 MP

Kesimpulan ada ditangan anda ya, jadi anda juga bisa memilih dan menentukan mana yang lebih bagus, dan juga ini sedikit masukan dari saya berdasarkan pengalaman menggunakan 2 produk ini yaitu :

  • Canon yaitu lembut & skin tone bagus.

  • Niko yaitu tajam & warna lebih kental.

  • Canon yaitu enak buat foto potrait.

  • Nikon yaitu dinamic range lebih tinggi cocok utk lanscape & interior

-Canon yaitu enak buat fun

  • Nikon yaitu menu banyak/rumit.

Secara image quality nikon diatas canonnya, nikon juga lebih tajam, detail & juga dinamic rang tinggi (d7100 menang lawan 70d / 7d / 5d2 / 5d3) Secar funsional Canon diatas Nikon (karena kemampuan low light-nya dengan noise yang lebih minim).

CANON  Yaitu :

Canon pertama kali mengeluarkan sebuah kamera Digital SLR pada saat tahun 2000 yaitu dengan seri D30. Barulah 2 tahun kemudian mengeluarkan sebuah digital SLR fullframe pertama dengan resolusi 11.1 Mega Pixel. Di saat tahun 2010 Canon memiliki market share 41% untuk pasar DSLR, terpaut juga  cukup jauh dengan Nikon yang hanya 35%. Perlu diketahui juga bahwa penamaan sebuah kamera Canon tergantung pada daerah pemasarannya. Misalnya yaitu di Amerika disebut Rebel T5i, di Eropa juga disebut 700d namun di Jepang Kiss X7i, meskipun juga semuanya masih satu tipe dan satu produk.

Demikian Refiew mengenai Level Kamera DSLR (CANON & NIKON) Berdasarkan Tingkat Penggunaannya. Jika anda menginginkan silahkan Hubungi Toko Komputer Terpercaya kami dengan cara menghubungi OFFICE kami di

Info Sebelumnya : Link http://www.myartikel.com/tips-cara-merawat-kamera-dlsr/

Leave a Reply